ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR

Februari 22, 2010 raysuyanto

BAB II

PEMBAHASAN

ASUHAN BAYI BARU LAHIR

  1. A. Pencegahan infeksi

Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Sebelum m enangani bayi baru lahir, pastikan penolong persalinan telah melakukan upaya pencegahan infeksi berikut :

v     Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi

v     Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan

v     Pastikan semua peralatan dan  bahan yangn digunakan,terutama klem, gunting,pengisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didisinfeksi tingkat tinggi atau stelir.Gunakan bola karet yang baru dan bersih jika akan melakukan pengisapan lendir dengan alat tersebut (jangan bola karet pengisap yang sama untuh lebbih dari satu bayi )

v     Pastukan semua pakaian,handuk,selimut dan kain yang digunakan untuk bayi,sudah dalam keadaan bersih.demikian pula halnya timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop dan benda – benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi,juga bersih.Dekontaminasi dan cuci setiap kali setelah digunakan.

  1. B. Penilaian

Segera setelah lehir, letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut ibu.bila hal tersebut tidak memungkinkan maka letakan bayi dekat ibu (diantara kedua kaki atau disebelah ibu )tetapi harus dipastikan bahwa area tertsebut bersih dan kering. Segera  pula lakukan penilaian awal dengan menjawab 2 pertanyaan:

  • Apakah bayi menangis kuat dan atau bernafas tanpa kesulitan ?
  • Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas?

Jika bayi tidak bernafas atau bernafas megap –  megap  atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir

  1. C. Pencegahan Kehilangan Panas

Meknisme pengaturan temperature tubuh pada bayi baru lahir,belum  berfungsi sempurna. Oleh karena itu, jika tidak segera  dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas  tubuh maka bayi baru lahir dapat mengalami hipotermi. Bayi dengan hipotermi, sangat beresiko tinggi untuk mengalami kesakitan berat atau bahkan kematian.Hipotermi mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walupun berada didalam ruangan yang relative hangat.

1

  1. D. Mekanisme Kehilangan panas

Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara – cara berikut :

  • Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan dan diseliumuti.
  • Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permikaan yang dingin.meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakan diatas benda – benda tersebut.
  • Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayiu terpapar udara sekitar yang lebih dingin.bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas.kehilangan panas juga terjadi jika terjadi konveksi aliran udara dari kipas angin,hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
  • Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari tubuh bayi.bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan langsung.
  1. E. Mencegah kehilangan panas

Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya sebagi berikut:

  • Keringkan bayi dengan seksama                                                                                         pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas yang disebabkan oleh evaporasi cairan ketuban pada tubuh bayi.keringkan bayi dengan handuk atau kain yang telah disiapkan di atas perut ibu.mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.
  • Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat                                          segera setelah mengeringkan tubuh bayi dan memotong tali pusat, ganti handuk atau kain yang dibasahi oleh cairan ketuban kemudian selimuti tubuh bayi dengan selimut atau kain yang hangat, kering dan bersih. Kain basah didekat tubuh bayi dapat menyerap panas tubuh bayi melalui proses radiasi.ganti handuk, selimut atau kain yang basah telah diganti dengan selimut atau kain yang baru (hangat, bersih dan kering)
  • Selimuti bagian kepala bayi                                                                                                 pastikan bagian kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
  • Anjurkan ibu memeluk dan menyusui bayinya                                                                      pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir.sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu jam pertama kelahiran

2

  • Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir                                      karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya(terutama jika tidak berpakaian ),sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering.berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/ diselimuti dikurangi  dengan berat pakaian /selimut. Bayi sebaiknya dimandikan (sedikitnya) enam jam setelah lahir.memandikan bayi dalam beberapa jam pertamasetelah lahir dapat menyebabkan hipotermi yang sangat membahayakn kesehatan bayi baru lahir.
Jangan memandikan bayi setidak – tidaknya 6 jam setelah lahir

Praktek memandikan bayi yang dianjurkan :

v     Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir,sebelum memandikan bayi ( lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi.

v     Sebelum memandikan bayi, periksa bahwa suhu tubuh bayi stabil (aksila antara 36,5 oC – 37,5 o C). jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36,5 oC,selimuti kembali tubuh bayi secara longgar, tutupi bagian kepalanya dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan ibu – bayi dan selimuti keduanya.tunda memandikan bayi hingga tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu jam.

v     Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami pernafasan.

v     Sebelum bayi dimandikan, pastikan ruang mandinya hangat dan tidak ada tiupann angin. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan beberapa lambar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah di mandikan.

v     Mandikan secara cepat dengan air bersih dan hangat

v     Segera keringkan  bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering.

v     Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering, kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik.

v     Bayi dapat diletakan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti  dangan baik

v     Ibu dan bayi disatukan ditempat dan dianjurkan ibu untuk menyusukan  bayinya.

  • Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat                                                                      tempatkan bayi dilingkungan yang hangat. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya menempatkan bayi bersama ibunya adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat, mendorng ibu segera menyusukan  bayinya dan mencegah papran infeksi pada bayi .
  1. F. .Merawat tali pusat
    1. Mengikat tali pusat                                                                                                  setelah plasenta lahir dan kondisi ibu dinilai stabil maka lakukan pengikatan puntung tali pusat atau jepit dengan klem plastic (bila tersedia)

3

  • Celupkan tangan (masih menggunakan sarung tangan ) kedalam larutan klorin 0,5%,untuk membersihkan darah dan sekresi lainnya
  • Bilas tangan dengan air desinfeksi tingkat tinggi
  • Keringkan tangan tersebut menggunakan handuk atau kain bersih dan kering
  • Ikat puntung tali pusat dengan jarak sekitar 1 cm dari dinding perut bayi  (pusat).gunakan benang atau klem plastic penjepit tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril kunci ikatan tali pusat dengan simpul mati atau kuncikan penjepit plastic tali pusat
  • Jika pengikat dilakukan dengan benang tali pusat,lingkaran benang disekeliling putung tali pusat dan ikat untuk kedua kalinya dengan simpul mati dibagian yang berlawanan
  • Lepaskan klem  logam penjepit tali pusat dan letakan didalam laritan klorin 0,5%
  • Selimuti kembali tubuh dan kepala bayi dengan kain bersih dan kering
  1. Nasehat untuk merawat tali pusat
  • Jangan membungkus putung tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat
  • Nasehati hal yang sama bagi ibu dan keluarganya
  • Mengoleskan alkohol atau betadine (terutama jika pemmotong tali pusat tidak terjamin DTT atau steril) masih diperkkenankan tetapi tidak di kompreskan karena menyebabkan tali pusat basah / lembab
  • Beri nasehat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi :
    • Lipat popok dibawah puntung tali pusat
    • Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan ( hati – hati ) dengan air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih
    • Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan jika pusat masih merah, bernanah atau berdarah atau berbau.
    • Jika pangakl tali pusat (pusat bayi) menjadi merah, mengeluarkan nanah atau darah,segera rujuk bayi nkafsilitas yang di lengkapi perawatan untuk bayi baru lahir
  1. G. Pemberian ASI

Refleks  laktasi

Dimasa lakatasi, terdapat 2 mekanisme refleks pada ibu yaitu refleks prolaktin dan refleks oksitosin yang berperan dalam produksi ASI dan involusi uterus ( khusunya pada masa nifas ). Pada bayi, terdapat 3 jenis refleks yaitu:

  • Refleks mencari puting susu (rooting refleks)                                                                        bayi akan menoleh kearah dimana terjadi bsentuhan pada pipinya.bayi akan membuka mulut apabila bibirnya disentuh dan berusaha untuk menghisap benda yang disentuhkan tersebut.

4

  • Refleks menghisap ( suckling  refleks)                                                                                  rangsangan putting susu pada langit – langit bayi menimbulkan refleks menghisap. Isapan ini akan menyababkan areola dan putting susu tertekan gusi, lidah dan langit – langit bayi sehuingga sinus laktiferus dibawah areola dan ASI terpancar keluar.
  • Refleks menelan (swallowing refleks)

Kumpulan ASI didalam mulut bayi mendesak otot – otot di daerah mulut dan faring untuk mengaktifkan refleks menelan dan mendorong ASI ke dalam lambung bayi.

  1. Keuntungan pemberian ASI
  • Mempromosikan keterikatan  emosional ibu dan bayi
  • Memberikan kekebalan pasip yang segera kepada bayi  melalui kolostrum
  • Merangsang kontraksi uterus
  1. Keuntungan pemberian ASI

Primsip pemberian asi adalah sedini mungkin dan dan eksklusip.bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir .anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat di klem dan di potong.beritahu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk menyusukan bayi setelah plasenta larir memastikan ibu dalam kondisi baik termasuk menjahit laserasi.keluarga dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal.

c.Memulai pemberian ASI secara dini akan :

  • Merangsang produksi susu
  • Memperkuat refleks menghisap bayi. Refleks menghisap awal pada bayi paling kuat dalam beberapa jam pertam setelah lahir

d.posisi menyusui

  • Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus ), muka bayi menghadap ke payudara ibu, hidung bayi didepan putting susu ibu. Posisi bayi harus sedemikian rupa sehingga perut bayi menghadap ke perut ibu
  • Ibu mendekatkan bayinya ke tubuhnya ( muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati bayi siap menyusui : membuka mulut,bergerak mencari,dan menoleh.
  • Ibu menyentuhkan putting susunya kebibir bayi, menuggu hingga mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu ibu sehingga bibir bayi dapat menangkap putting susu tersebut

5

HUBUNGAN ASUHAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEBUDAYAAN SUKU BALI

  1. penanganan bayi  baru lahir dalam budaya bali                                                               ketika bayi baru  lahir di potong tali pusatnya, kemudian bayinya di bersihkan apabila ia melahirkan di rumah sakit  atau di luar rumah maka sebelum ia pulang dan masuk ke dalam rumah,maka disana akan di buatkan sajen. Tepatnya di depan pintu rumah sebelum si ibu dan bayinya masuk ke dalam rumah,maka disana akan di bacakan doa – doa, setelah selesai dibacakan doa, si ibu dan bayinya melangkahi sajen tersebut untuk masuk ke rumah,maksudnya dilakukan upacara ini supaya kotoran yang dibawa ibu dan bayi dari rumah sakit dianggap hilang dan bersih secara agama.                                                                         Tetapi apabila melahirkan di rumah sesajennya sama tetapi tempat sajen tersebut ditempatakn diatas ranjang tempat ibu bersalin setelah itu di buatkan semacam tempat-tempat yang b erbentuk segi empat yang terbuat dari bambu yang dianyam, terus digantung diatas tempat tidur si bayi, tempat tersebut berisi sajen dan buah – buahan ini bertujuan agar bayi mendapat perlindungan dari Tuhan dan sebagai tanda kalau bayi ini resmi menjadi penduduk dunia dalam agama  hindu
  2. perwatan tali pusat                                                                                                                    di dalam perawatan tali pusat ini selama tali pusat belum terlepas tali pusat bayi baru lahir di ikat pake rambut yang dicacing atau benang jarak antara kedua ikatan tersebut 2 – 3 cm lalu di potong dengan bambu yang tersebut telah  direbus selama 24 jam untuk membunuih kuman dan segala jenis bakteri setelah itu agar tali pusat tidak mudah terkena infeksi maka daun paria yang muda di tumbuk,kemudian di campur dengan abu arang yang bersih kemudian diisikan diatas tali pusat ini juga berfungsi untuk mempercepat pelepasan tali pusat.
  3. perawatan atau penyelenggaraan terhadap ari – ari ( plasenta)                                        ketika ari – ari (plasenta) terlepas atau dilahirkan plasenta tersebut di masukan ke dalam kendi tanah, kemudian plasenta di bersihkan dengan memakai sebuah baskom baru baru/ember yang kemudian alat tersebut tidak boleh di pakai lagi. Si ayah harus harus mencucinya dengan baik, tidak boleh jijik harus  dengan penuh dengan rasa bahagia dan kasih sayang dengan memakai tangan kanan (kedua tangan ) dipakai, setelah dibersihkan siapkan sebuah kelapa yang besar yang masih ada kulitnya, kelapa yang tua di buka dan di buang airnya setelah p potong ½ dan 2/3.masukanlah plasenta yang telah di bersihkan di dalamnya di lengkapi dengan sajen – sajen.setelah lengkap kemudian kelapa itu ditutup dan ditutup dengan ijuk, sesudah dibungkus ijuk lalu dibungkus lagi dengan kain putih dan ditanam.setelah ditanam kemudian diletakan  sebuah batu, dan ditandai menam sebuah pohon pandan berduuri,untuk menghindari mahluk – mahluk yana dapat mencelakan bayi. Ini bertujuan agar plasenta tudak diganggu oleh hewan secara rohaniah, bertujuan untuk menolak gangguan roh – roh jahat.

BAB II

PEMBAHASAN

ASUHAN BAYI BARU LAHIR

  1. A. Pencegahan infeksi

Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Sebelum m enangani bayi baru lahir, pastikan penolong persalinan telah melakukan upaya pencegahan infeksi berikut :

v     Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi

v     Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan

v     Pastikan semua peralatan dan  bahan yangn digunakan,terutama klem, gunting,pengisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didisinfeksi tingkat tinggi atau stelir.Gunakan bola karet yang baru dan bersih jika akan melakukan pengisapan lendir dengan alat tersebut (jangan bola karet pengisap yang sama untuh lebbih dari satu bayi )

v     Pastukan semua pakaian,handuk,selimut dan kain yang digunakan untuk bayi,sudah dalam keadaan bersih.demikian pula halnya timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop dan benda – benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi,juga bersih.Dekontaminasi dan cuci setiap kali setelah digunakan.

  1. B. Penilaian

Segera setelah lehir, letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut ibu.bila hal tersebut tidak memungkinkan maka letakan bayi dekat ibu (diantara kedua kaki atau disebelah ibu )tetapi harus dipastikan bahwa area tertsebut bersih dan kering. Segera  pula lakukan penilaian awal dengan menjawab 2 pertanyaan:

  • Apakah bayi menangis kuat dan atau bernafas tanpa kesulitan ?
  • Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas?

Jika bayi tidak bernafas atau bernafas megap –  megap  atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir

  1. C. Pencegahan Kehilangan Panas

Meknisme pengaturan temperature tubuh pada bayi baru lahir,belum  berfungsi sempurna. Oleh karena itu, jika tidak segera  dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas  tubuh maka bayi baru lahir dapat mengalami hipotermi. Bayi dengan hipotermi, sangat beresiko tinggi untuk mengalami kesakitan berat atau bahkan kematian.Hipotermi mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walupun berada didalam ruangan yang relative hangat.

1

  1. D. Mekanisme Kehilangan panas

Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara – cara berikut :

  • Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan dan diseliumuti.
  • Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permikaan yang dingin.meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakan diatas benda – benda tersebut.
  • Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayiu terpapar udara sekitar yang lebih dingin.bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas.kehilangan panas juga terjadi jika terjadi konveksi aliran udara dari kipas angin,hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
  • Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari tubuh bayi.bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan langsung.
  1. E. Mencegah kehilangan panas

Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya sebagi berikut:

  • Keringkan bayi dengan seksama                                                                                         pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas yang disebabkan oleh evaporasi cairan ketuban pada tubuh bayi.keringkan bayi dengan handuk atau kain yang telah disiapkan di atas perut ibu.mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.
  • Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat                                          segera setelah mengeringkan tubuh bayi dan memotong tali pusat, ganti handuk atau kain yang dibasahi oleh cairan ketuban kemudian selimuti tubuh bayi dengan selimut atau kain yang hangat, kering dan bersih. Kain basah didekat tubuh bayi dapat menyerap panas tubuh bayi melalui proses radiasi.ganti handuk, selimut atau kain yang basah telah diganti dengan selimut atau kain yang baru (hangat, bersih dan kering)
  • Selimuti bagian kepala bayi                                                                                                 pastikan bagian kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
  • Anjurkan ibu memeluk dan menyusui bayinya                                                                      pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir.sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu jam pertama kelahiran

2

  • Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir                                      karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya(terutama jika tidak berpakaian ),sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering.berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/ diselimuti dikurangi  dengan berat pakaian /selimut. Bayi sebaiknya dimandikan (sedikitnya) enam jam setelah lahir.memandikan bayi dalam beberapa jam pertamasetelah lahir dapat menyebabkan hipotermi yang sangat membahayakn kesehatan bayi baru lahir.
Jangan memandikan bayi setidak – tidaknya 6 jam setelah lahir

Praktek memandikan bayi yang dianjurkan :

v     Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir,sebelum memandikan bayi ( lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi.

v     Sebelum memandikan bayi, periksa bahwa suhu tubuh bayi stabil (aksila antara 36,5 oC – 37,5 o C). jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36,5 oC,selimuti kembali tubuh bayi secara longgar, tutupi bagian kepalanya dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan ibu – bayi dan selimuti keduanya.tunda memandikan bayi hingga tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu jam.

v     Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami pernafasan.

v     Sebelum bayi dimandikan, pastikan ruang mandinya hangat dan tidak ada tiupann angin. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan beberapa lambar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah di mandikan.

v     Mandikan secara cepat dengan air bersih dan hangat

v     Segera keringkan  bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering.

v     Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering, kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik.

v     Bayi dapat diletakan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti  dangan baik

v     Ibu dan bayi disatukan ditempat dan dianjurkan ibu untuk menyusukan  bayinya.

  • Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat                                                                      tempatkan bayi dilingkungan yang hangat. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya menempatkan bayi bersama ibunya adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat, mendorng ibu segera menyusukan  bayinya dan mencegah papran infeksi pada bayi .
  1. F. .Merawat tali pusat
    1. Mengikat tali pusat                                                                                                  setelah plasenta lahir dan kondisi ibu dinilai stabil maka lakukan pengikatan puntung tali pusat atau jepit dengan klem plastic (bila tersedia)

3

  • Celupkan tangan (masih menggunakan sarung tangan ) kedalam larutan klorin 0,5%,untuk membersihkan darah dan sekresi lainnya
  • Bilas tangan dengan air desinfeksi tingkat tinggi
  • Keringkan tangan tersebut menggunakan handuk atau kain bersih dan kering
  • Ikat puntung tali pusat dengan jarak sekitar 1 cm dari dinding perut bayi  (pusat).gunakan benang atau klem plastic penjepit tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril kunci ikatan tali pusat dengan simpul mati atau kuncikan penjepit plastic tali pusat
  • Jika pengikat dilakukan dengan benang tali pusat,lingkaran benang disekeliling putung tali pusat dan ikat untuk kedua kalinya dengan simpul mati dibagian yang berlawanan
  • Lepaskan klem  logam penjepit tali pusat dan letakan didalam laritan klorin 0,5%
  • Selimuti kembali tubuh dan kepala bayi dengan kain bersih dan kering
  1. Nasehat untuk merawat tali pusat
  • Jangan membungkus putung tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat
  • Nasehati hal yang sama bagi ibu dan keluarganya
  • Mengoleskan alkohol atau betadine (terutama jika pemmotong tali pusat tidak terjamin DTT atau steril) masih diperkkenankan tetapi tidak di kompreskan karena menyebabkan tali pusat basah / lembab
  • Beri nasehat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi :
    • Lipat popok dibawah puntung tali pusat
    • Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan ( hati – hati ) dengan air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih
    • Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan jika pusat masih merah, bernanah atau berdarah atau berbau.
    • Jika pangakl tali pusat (pusat bayi) menjadi merah, mengeluarkan nanah atau darah,segera rujuk bayi nkafsilitas yang di lengkapi perawatan untuk bayi baru lahir
  1. G. Pemberian ASI

Refleks  laktasi

Dimasa lakatasi, terdapat 2 mekanisme refleks pada ibu yaitu refleks prolaktin dan refleks oksitosin yang berperan dalam produksi ASI dan involusi uterus ( khusunya pada masa nifas ). Pada bayi, terdapat 3 jenis refleks yaitu:

  • Refleks mencari puting susu (rooting refleks)                                                                        bayi akan menoleh kearah dimana terjadi bsentuhan pada pipinya.bayi akan membuka mulut apabila bibirnya disentuh dan berusaha untuk menghisap benda yang disentuhkan tersebut.

4

  • Refleks menghisap ( suckling  refleks)                                                                                  rangsangan putting susu pada langit – langit bayi menimbulkan refleks menghisap. Isapan ini akan menyababkan areola dan putting susu tertekan gusi, lidah dan langit – langit bayi sehuingga sinus laktiferus dibawah areola dan ASI terpancar keluar.
  • Refleks menelan (swallowing refleks)

Kumpulan ASI didalam mulut bayi mendesak otot – otot di daerah mulut dan faring untuk mengaktifkan refleks menelan dan mendorong ASI ke dalam lambung bayi.

  1. Keuntungan pemberian ASI
  • Mempromosikan keterikatan  emosional ibu dan bayi
  • Memberikan kekebalan pasip yang segera kepada bayi  melalui kolostrum
  • Merangsang kontraksi uterus
  1. Keuntungan pemberian ASI

Primsip pemberian asi adalah sedini mungkin dan dan eksklusip.bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir .anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat di klem dan di potong.beritahu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk menyusukan bayi setelah plasenta larir memastikan ibu dalam kondisi baik termasuk menjahit laserasi.keluarga dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal.

c.Memulai pemberian ASI secara dini akan :

  • Merangsang produksi susu
  • Memperkuat refleks menghisap bayi. Refleks menghisap awal pada bayi paling kuat dalam beberapa jam pertam setelah lahir

d.posisi menyusui

  • Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus ), muka bayi menghadap ke payudara ibu, hidung bayi didepan putting susu ibu. Posisi bayi harus sedemikian rupa sehingga perut bayi menghadap ke perut ibu
  • Ibu mendekatkan bayinya ke tubuhnya ( muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati bayi siap menyusui : membuka mulut,bergerak mencari,dan menoleh.
  • Ibu menyentuhkan putting susunya kebibir bayi, menuggu hingga mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu ibu sehingga bibir bayi dapat menangkap putting susu tersebut

5

HUBUNGAN ASUHAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEBUDAYAAN SUKU BALI

  1. penanganan bayi  baru lahir dalam budaya bali                                                               ketika bayi baru  lahir di potong tali pusatnya, kemudian bayinya di bersihkan apabila ia melahirkan di rumah sakit  atau di luar rumah maka sebelum ia pulang dan masuk ke dalam rumah,maka disana akan di buatkan sajen. Tepatnya di depan pintu rumah sebelum si ibu dan bayinya masuk ke dalam rumah,maka disana akan di bacakan doa – doa, setelah selesai dibacakan doa, si ibu dan bayinya melangkahi sajen tersebut untuk masuk ke rumah,maksudnya dilakukan upacara ini supaya kotoran yang dibawa ibu dan bayi dari rumah sakit dianggap hilang dan bersih secara agama.                                                                         Tetapi apabila melahirkan di rumah sesajennya sama tetapi tempat sajen tersebut ditempatakn diatas ranjang tempat ibu bersalin setelah itu di buatkan semacam tempat-tempat yang b erbentuk segi empat yang terbuat dari bambu yang dianyam, terus digantung diatas tempat tidur si bayi, tempat tersebut berisi sajen dan buah – buahan ini bertujuan agar bayi mendapat perlindungan dari Tuhan dan sebagai tanda kalau bayi ini resmi menjadi penduduk dunia dalam agama  hindu
  2. perwatan tali pusat                                                                                                                    di dalam perawatan tali pusat ini selama tali pusat belum terlepas tali pusat bayi baru lahir di ikat pake rambut yang dicacing atau benang jarak antara kedua ikatan tersebut 2 – 3 cm lalu di potong dengan bambu yang tersebut telah  direbus selama 24 jam untuk membunuih kuman dan segala jenis bakteri setelah itu agar tali pusat tidak mudah terkena infeksi maka daun paria yang muda di tumbuk,kemudian di campur dengan abu arang yang bersih kemudian diisikan diatas tali pusat ini juga berfungsi untuk mempercepat pelepasan tali pusat.
  3. perawatan atau penyelenggaraan terhadap ari – ari ( plasenta)                                        ketika ari – ari (plasenta) terlepas atau dilahirkan plasenta tersebut di masukan ke dalam kendi tanah, kemudian plasenta di bersihkan dengan memakai sebuah baskom baru baru/ember yang kemudian alat tersebut tidak boleh di pakai lagi. Si ayah harus harus mencucinya dengan baik, tidak boleh jijik harus  dengan penuh dengan rasa bahagia dan kasih sayang dengan memakai tangan kanan (kedua tangan ) dipakai, setelah dibersihkan siapkan sebuah kelapa yang besar yang masih ada kulitnya, kelapa yang tua di buka dan di buang airnya setelah p potong ½ dan 2/3.masukanlah plasenta yang telah di bersihkan di dalamnya di lengkapi dengan sajen – sajen.setelah lengkap kemudian kelapa itu ditutup dan ditutup dengan ijuk, sesudah dibungkus ijuk lalu dibungkus lagi dengan kain putih dan ditanam.setelah ditanam kemudian diletakan  sebuah batu, dan ditandai menam sebuah pohon pandan berduuri,untuk menghindari mahluk – mahluk yana dapat mencelakan bayi. Ini bertujuan agar plasenta tudak diganggu oleh hewan secara rohaniah, bertujuan untuk menolak gangguan roh – roh jahat.

BAB II

PEMBAHASAN

ASUHAN BAYI BARU LAHIR

  1. A. Pencegahan infeksi

Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Sebelum m enangani bayi baru lahir, pastikan penolong persalinan telah melakukan upaya pencegahan infeksi berikut :

v     Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi

v     Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan

v     Pastikan semua peralatan dan  bahan yangn digunakan,terutama klem, gunting,pengisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didisinfeksi tingkat tinggi atau stelir.Gunakan bola karet yang baru dan bersih jika akan melakukan pengisapan lendir dengan alat tersebut (jangan bola karet pengisap yang sama untuh lebbih dari satu bayi )

v     Pastukan semua pakaian,handuk,selimut dan kain yang digunakan untuk bayi,sudah dalam keadaan bersih.demikian pula halnya timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop dan benda – benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi,juga bersih.Dekontaminasi dan cuci setiap kali setelah digunakan.

  1. B. Penilaian

Segera setelah lehir, letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut ibu.bila hal tersebut tidak memungkinkan maka letakan bayi dekat ibu (diantara kedua kaki atau disebelah ibu )tetapi harus dipastikan bahwa area tertsebut bersih dan kering. Segera  pula lakukan penilaian awal dengan menjawab 2 pertanyaan:

  • Apakah bayi menangis kuat dan atau bernafas tanpa kesulitan ?
  • Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas?

Jika bayi tidak bernafas atau bernafas megap –  megap  atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir

  1. C. Pencegahan Kehilangan Panas

Meknisme pengaturan temperature tubuh pada bayi baru lahir,belum  berfungsi sempurna. Oleh karena itu, jika tidak segera  dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas  tubuh maka bayi baru lahir dapat mengalami hipotermi. Bayi dengan hipotermi, sangat beresiko tinggi untuk mengalami kesakitan berat atau bahkan kematian.Hipotermi mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walupun berada didalam ruangan yang relative hangat.

1

  1. D. Mekanisme Kehilangan panas

Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara – cara berikut :

  • Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan dan diseliumuti.
  • Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permikaan yang dingin.meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakan diatas benda – benda tersebut.
  • Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayiu terpapar udara sekitar yang lebih dingin.bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas.kehilangan panas juga terjadi jika terjadi konveksi aliran udara dari kipas angin,hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
  • Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari tubuh bayi.bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan langsung.
  1. E. Mencegah kehilangan panas

Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya sebagi berikut:

  • Keringkan bayi dengan seksama                                                                                         pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas yang disebabkan oleh evaporasi cairan ketuban pada tubuh bayi.keringkan bayi dengan handuk atau kain yang telah disiapkan di atas perut ibu.mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.
  • Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat                                          segera setelah mengeringkan tubuh bayi dan memotong tali pusat, ganti handuk atau kain yang dibasahi oleh cairan ketuban kemudian selimuti tubuh bayi dengan selimut atau kain yang hangat, kering dan bersih. Kain basah didekat tubuh bayi dapat menyerap panas tubuh bayi melalui proses radiasi.ganti handuk, selimut atau kain yang basah telah diganti dengan selimut atau kain yang baru (hangat, bersih dan kering)
  • Selimuti bagian kepala bayi                                                                                                 pastikan bagian kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
  • Anjurkan ibu memeluk dan menyusui bayinya                                                                      pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir.sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu jam pertama kelahiran

2

  • Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir                                      karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya(terutama jika tidak berpakaian ),sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering.berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/ diselimuti dikurangi  dengan berat pakaian /selimut. Bayi sebaiknya dimandikan (sedikitnya) enam jam setelah lahir.memandikan bayi dalam beberapa jam pertamasetelah lahir dapat menyebabkan hipotermi yang sangat membahayakn kesehatan bayi baru lahir.
Jangan memandikan bayi setidak – tidaknya 6 jam setelah lahir

Praktek memandikan bayi yang dianjurkan :

v     Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir,sebelum memandikan bayi ( lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi.

v     Sebelum memandikan bayi, periksa bahwa suhu tubuh bayi stabil (aksila antara 36,5 oC – 37,5 o C). jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36,5 oC,selimuti kembali tubuh bayi secara longgar, tutupi bagian kepalanya dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan ibu – bayi dan selimuti keduanya.tunda memandikan bayi hingga tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu jam.

v     Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami pernafasan.

v     Sebelum bayi dimandikan, pastikan ruang mandinya hangat dan tidak ada tiupann angin. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan beberapa lambar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah di mandikan.

v     Mandikan secara cepat dengan air bersih dan hangat

v     Segera keringkan  bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering.

v     Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering, kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik.

v     Bayi dapat diletakan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti  dangan baik

v     Ibu dan bayi disatukan ditempat dan dianjurkan ibu untuk menyusukan  bayinya.

  • Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat                                                                      tempatkan bayi dilingkungan yang hangat. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya menempatkan bayi bersama ibunya adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat, mendorng ibu segera menyusukan  bayinya dan mencegah papran infeksi pada bayi .
  1. F. .Merawat tali pusat
    1. Mengikat tali pusat                                                                                                  setelah plasenta lahir dan kondisi ibu dinilai stabil maka lakukan pengikatan puntung tali pusat atau jepit dengan klem plastic (bila tersedia)

3

  • Celupkan tangan (masih menggunakan sarung tangan ) kedalam larutan klorin 0,5%,untuk membersihkan darah dan sekresi lainnya
  • Bilas tangan dengan air desinfeksi tingkat tinggi
  • Keringkan tangan tersebut menggunakan handuk atau kain bersih dan kering
  • Ikat puntung tali pusat dengan jarak sekitar 1 cm dari dinding perut bayi  (pusat).gunakan benang atau klem plastic penjepit tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril kunci ikatan tali pusat dengan simpul mati atau kuncikan penjepit plastic tali pusat
  • Jika pengikat dilakukan dengan benang tali pusat,lingkaran benang disekeliling putung tali pusat dan ikat untuk kedua kalinya dengan simpul mati dibagian yang berlawanan
  • Lepaskan klem  logam penjepit tali pusat dan letakan didalam laritan klorin 0,5%
  • Selimuti kembali tubuh dan kepala bayi dengan kain bersih dan kering
  1. Nasehat untuk merawat tali pusat
  • Jangan membungkus putung tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat
  • Nasehati hal yang sama bagi ibu dan keluarganya
  • Mengoleskan alkohol atau betadine (terutama jika pemmotong tali pusat tidak terjamin DTT atau steril) masih diperkkenankan tetapi tidak di kompreskan karena menyebabkan tali pusat basah / lembab
  • Beri nasehat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi :
    • Lipat popok dibawah puntung tali pusat
    • Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan ( hati – hati ) dengan air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih
    • Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan jika pusat masih merah, bernanah atau berdarah atau berbau.
    • Jika pangakl tali pusat (pusat bayi) menjadi merah, mengeluarkan nanah atau darah,segera rujuk bayi nkafsilitas yang di lengkapi perawatan untuk bayi baru lahir
  1. G. Pemberian ASI

Refleks  laktasi

Dimasa lakatasi, terdapat 2 mekanisme refleks pada ibu yaitu refleks prolaktin dan refleks oksitosin yang berperan dalam produksi ASI dan involusi uterus ( khusunya pada masa nifas ). Pada bayi, terdapat 3 jenis refleks yaitu:

  • Refleks mencari puting susu (rooting refleks)                                                                        bayi akan menoleh kearah dimana terjadi bsentuhan pada pipinya.bayi akan membuka mulut apabila bibirnya disentuh dan berusaha untuk menghisap benda yang disentuhkan tersebut.

4

  • Refleks menghisap ( suckling  refleks)                                                                                  rangsangan putting susu pada langit – langit bayi menimbulkan refleks menghisap. Isapan ini akan menyababkan areola dan putting susu tertekan gusi, lidah dan langit – langit bayi sehuingga sinus laktiferus dibawah areola dan ASI terpancar keluar.
  • Refleks menelan (swallowing refleks)

Kumpulan ASI didalam mulut bayi mendesak otot – otot di daerah mulut dan faring untuk mengaktifkan refleks menelan dan mendorong ASI ke dalam lambung bayi.

  1. Keuntungan pemberian ASI
  • Mempromosikan keterikatan  emosional ibu dan bayi
  • Memberikan kekebalan pasip yang segera kepada bayi  melalui kolostrum
  • Merangsang kontraksi uterus
  1. Keuntungan pemberian ASI

Primsip pemberian asi adalah sedini mungkin dan dan eksklusip.bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir .anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat di klem dan di potong.beritahu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk menyusukan bayi setelah plasenta larir memastikan ibu dalam kondisi baik termasuk menjahit laserasi.keluarga dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal.

c.Memulai pemberian ASI secara dini akan :

  • Merangsang produksi susu
  • Memperkuat refleks menghisap bayi. Refleks menghisap awal pada bayi paling kuat dalam beberapa jam pertam setelah lahir

d.posisi menyusui

  • Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus ), muka bayi menghadap ke payudara ibu, hidung bayi didepan putting susu ibu. Posisi bayi harus sedemikian rupa sehingga perut bayi menghadap ke perut ibu
  • Ibu mendekatkan bayinya ke tubuhnya ( muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati bayi siap menyusui : membuka mulut,bergerak mencari,dan menoleh.
  • Ibu menyentuhkan putting susunya kebibir bayi, menuggu hingga mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu ibu sehingga bibir bayi dapat menangkap putting susu tersebut

5

HUBUNGAN ASUHAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEBUDAYAAN SUKU BALI

  1. penanganan bayi  baru lahir dalam budaya bali                                                               ketika bayi baru  lahir di potong tali pusatnya, kemudian bayinya di bersihkan apabila ia melahirkan di rumah sakit  atau di luar rumah maka sebelum ia pulang dan masuk ke dalam rumah,maka disana akan di buatkan sajen. Tepatnya di depan pintu rumah sebelum si ibu dan bayinya masuk ke dalam rumah,maka disana akan di bacakan doa – doa, setelah selesai dibacakan doa, si ibu dan bayinya melangkahi sajen tersebut untuk masuk ke rumah,maksudnya dilakukan upacara ini supaya kotoran yang dibawa ibu dan bayi dari rumah sakit dianggap hilang dan bersih secara agama.                                                                         Tetapi apabila melahirkan di rumah sesajennya sama tetapi tempat sajen tersebut ditempatakn diatas ranjang tempat ibu bersalin setelah itu di buatkan semacam tempat-tempat yang b erbentuk segi empat yang terbuat dari bambu yang dianyam, terus digantung diatas tempat tidur si bayi, tempat tersebut berisi sajen dan buah – buahan ini bertujuan agar bayi mendapat perlindungan dari Tuhan dan sebagai tanda kalau bayi ini resmi menjadi penduduk dunia dalam agama  hindu
  2. perwatan tali pusat                                                                                                                    di dalam perawatan tali pusat ini selama tali pusat belum terlepas tali pusat bayi baru lahir di ikat pake rambut yang dicacing atau benang jarak antara kedua ikatan tersebut 2 – 3 cm lalu di potong dengan bambu yang tersebut telah  direbus selama 24 jam untuk membunuih kuman dan segala jenis bakteri setelah itu agar tali pusat tidak mudah terkena infeksi maka daun paria yang muda di tumbuk,kemudian di campur dengan abu arang yang bersih kemudian diisikan diatas tali pusat ini juga berfungsi untuk mempercepat pelepasan tali pusat.
  3. perawatan atau penyelenggaraan terhadap ari – ari ( plasenta)                                        ketika ari – ari (plasenta) terlepas atau dilahirkan plasenta tersebut di masukan ke dalam kendi tanah, kemudian plasenta di bersihkan dengan memakai sebuah baskom baru baru/ember yang kemudian alat tersebut tidak boleh di pakai lagi. Si ayah harus harus mencucinya dengan baik, tidak boleh jijik harus  dengan penuh dengan rasa bahagia dan kasih sayang dengan memakai tangan kanan (kedua tangan ) dipakai, setelah dibersihkan siapkan sebuah kelapa yang besar yang masih ada kulitnya, kelapa yang tua di buka dan di buang airnya setelah p potong ½ dan 2/3.masukanlah plasenta yang telah di bersihkan di dalamnya di lengkapi dengan sajen – sajen.setelah lengkap kemudian kelapa itu ditutup dan ditutup dengan ijuk, sesudah dibungkus ijuk lalu dibungkus lagi dengan kain putih dan ditanam.setelah ditanam kemudian diletakan  sebuah batu, dan ditandai menam sebuah pohon pandan berduuri,untuk menghindari mahluk – mahluk yana dapat mencelakan bayi. Ini bertujuan agar plasenta tudak diganggu oleh hewan secara rohaniah, bertujuan untuk menolak gangguan roh – roh jahat.

BAB II

PEMBAHASAN

ASUHAN BAYI BARU LAHIR

  1. A. Pencegahan infeksi

Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Sebelum m enangani bayi baru lahir, pastikan penolong persalinan telah melakukan upaya pencegahan infeksi berikut :

v     Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi

v     Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan

v     Pastikan semua peralatan dan  bahan yangn digunakan,terutama klem, gunting,pengisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didisinfeksi tingkat tinggi atau stelir.Gunakan bola karet yang baru dan bersih jika akan melakukan pengisapan lendir dengan alat tersebut (jangan bola karet pengisap yang sama untuh lebbih dari satu bayi )

v     Pastukan semua pakaian,handuk,selimut dan kain yang digunakan untuk bayi,sudah dalam keadaan bersih.demikian pula halnya timbangan, pita pengukur, thermometer, stetoskop dan benda – benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi,juga bersih.Dekontaminasi dan cuci setiap kali setelah digunakan.

  1. B. Penilaian

Segera setelah lehir, letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut ibu.bila hal tersebut tidak memungkinkan maka letakan bayi dekat ibu (diantara kedua kaki atau disebelah ibu )tetapi harus dipastikan bahwa area tertsebut bersih dan kering. Segera  pula lakukan penilaian awal dengan menjawab 2 pertanyaan:

  • Apakah bayi menangis kuat dan atau bernafas tanpa kesulitan ?
  • Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas?

Jika bayi tidak bernafas atau bernafas megap –  megap  atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir

  1. C. Pencegahan Kehilangan Panas

Meknisme pengaturan temperature tubuh pada bayi baru lahir,belum  berfungsi sempurna. Oleh karena itu, jika tidak segera  dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas  tubuh maka bayi baru lahir dapat mengalami hipotermi. Bayi dengan hipotermi, sangat beresiko tinggi untuk mengalami kesakitan berat atau bahkan kematian.Hipotermi mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walupun berada didalam ruangan yang relative hangat.

1

  1. D. Mekanisme Kehilangan panas

Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara – cara berikut :

  • Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan dan diseliumuti.
  • Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permikaan yang dingin.meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakan diatas benda – benda tersebut.
  • Konveksi adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayiu terpapar udara sekitar yang lebih dingin.bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas.kehilangan panas juga terjadi jika terjadi konveksi aliran udara dari kipas angin,hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
  • Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari tubuh bayi.bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan langsung.
  1. E. Mencegah kehilangan panas

Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya sebagi berikut:

  • Keringkan bayi dengan seksama                                                                                         pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas yang disebabkan oleh evaporasi cairan ketuban pada tubuh bayi.keringkan bayi dengan handuk atau kain yang telah disiapkan di atas perut ibu.mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.
  • Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat                                          segera setelah mengeringkan tubuh bayi dan memotong tali pusat, ganti handuk atau kain yang dibasahi oleh cairan ketuban kemudian selimuti tubuh bayi dengan selimut atau kain yang hangat, kering dan bersih. Kain basah didekat tubuh bayi dapat menyerap panas tubuh bayi melalui proses radiasi.ganti handuk, selimut atau kain yang basah telah diganti dengan selimut atau kain yang baru (hangat, bersih dan kering)
  • Selimuti bagian kepala bayi                                                                                                 pastikan bagian kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
  • Anjurkan ibu memeluk dan menyusui bayinya                                                                      pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir.sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu jam pertama kelahiran

2

  • Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir                                      karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya(terutama jika tidak berpakaian ),sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering.berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/ diselimuti dikurangi  dengan berat pakaian /selimut. Bayi sebaiknya dimandikan (sedikitnya) enam jam setelah lahir.memandikan bayi dalam beberapa jam pertamasetelah lahir dapat menyebabkan hipotermi yang sangat membahayakn kesehatan bayi baru lahir.
Jangan memandikan bayi setidak – tidaknya 6 jam setelah lahir

Praktek memandikan bayi yang dianjurkan :

v     Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir,sebelum memandikan bayi ( lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi.

v     Sebelum memandikan bayi, periksa bahwa suhu tubuh bayi stabil (aksila antara 36,5 oC – 37,5 o C). jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36,5 oC,selimuti kembali tubuh bayi secara longgar, tutupi bagian kepalanya dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan ibu – bayi dan selimuti keduanya.tunda memandikan bayi hingga tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu jam.

v     Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami pernafasan.

v     Sebelum bayi dimandikan, pastikan ruang mandinya hangat dan tidak ada tiupann angin. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan beberapa lambar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah di mandikan.

v     Mandikan secara cepat dengan air bersih dan hangat

v     Segera keringkan  bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering.

v     Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering, kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik.

v     Bayi dapat diletakan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti  dangan baik

v     Ibu dan bayi disatukan ditempat dan dianjurkan ibu untuk menyusukan  bayinya.

  • Tempatkan bayi dilingkungan yang hangat                                                                      tempatkan bayi dilingkungan yang hangat. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan ditempat tidur yang sama dengan ibunya menempatkan bayi bersama ibunya adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat, mendorng ibu segera menyusukan  bayinya dan mencegah papran infeksi pada bayi .
  1. F. .Merawat tali pusat
    1. Mengikat tali pusat                                                                                                  setelah plasenta lahir dan kondisi ibu dinilai stabil maka lakukan pengikatan puntung tali pusat atau jepit dengan klem plastic (bila tersedia)

3

  • Celupkan tangan (masih menggunakan sarung tangan ) kedalam larutan klorin 0,5%,untuk membersihkan darah dan sekresi lainnya
  • Bilas tangan dengan air desinfeksi tingkat tinggi
  • Keringkan tangan tersebut menggunakan handuk atau kain bersih dan kering
  • Ikat puntung tali pusat dengan jarak sekitar 1 cm dari dinding perut bayi  (pusat).gunakan benang atau klem plastic penjepit tali pusat desinfeksi tingkat tinggi atau steril kunci ikatan tali pusat dengan simpul mati atau kuncikan penjepit plastic tali pusat
  • Jika pengikat dilakukan dengan benang tali pusat,lingkaran benang disekeliling putung tali pusat dan ikat untuk kedua kalinya dengan simpul mati dibagian yang berlawanan
  • Lepaskan klem  logam penjepit tali pusat dan letakan didalam laritan klorin 0,5%
  • Selimuti kembali tubuh dan kepala bayi dengan kain bersih dan kering
  1. Nasehat untuk merawat tali pusat
  • Jangan membungkus putung tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat
  • Nasehati hal yang sama bagi ibu dan keluarganya
  • Mengoleskan alkohol atau betadine (terutama jika pemmotong tali pusat tidak terjamin DTT atau steril) masih diperkkenankan tetapi tidak di kompreskan karena menyebabkan tali pusat basah / lembab
  • Beri nasehat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi :
    • Lipat popok dibawah puntung tali pusat
    • Jika puntung tali pusat kotor, bersihkan ( hati – hati ) dengan air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih
    • Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan jika pusat masih merah, bernanah atau berdarah atau berbau.
    • Jika pangakl tali pusat (pusat bayi) menjadi merah, mengeluarkan nanah atau darah,segera rujuk bayi nkafsilitas yang di lengkapi perawatan untuk bayi baru lahir
  1. G. Pemberian ASI

Refleks  laktasi

Dimasa lakatasi, terdapat 2 mekanisme refleks pada ibu yaitu refleks prolaktin dan refleks oksitosin yang berperan dalam produksi ASI dan involusi uterus ( khusunya pada masa nifas ). Pada bayi, terdapat 3 jenis refleks yaitu:

  • Refleks mencari puting susu (rooting refleks)                                                                        bayi akan menoleh kearah dimana terjadi bsentuhan pada pipinya.bayi akan membuka mulut apabila bibirnya disentuh dan berusaha untuk menghisap benda yang disentuhkan tersebut.

4

  • Refleks menghisap ( suckling  refleks)                                                                                  rangsangan putting susu pada langit – langit bayi menimbulkan refleks menghisap. Isapan ini akan menyababkan areola dan putting susu tertekan gusi, lidah dan langit – langit bayi sehuingga sinus laktiferus dibawah areola dan ASI terpancar keluar.
  • Refleks menelan (swallowing refleks)

Kumpulan ASI didalam mulut bayi mendesak otot – otot di daerah mulut dan faring untuk mengaktifkan refleks menelan dan mendorong ASI ke dalam lambung bayi.

  1. Keuntungan pemberian ASI
  • Mempromosikan keterikatan  emosional ibu dan bayi
  • Memberikan kekebalan pasip yang segera kepada bayi  melalui kolostrum
  • Merangsang kontraksi uterus
  1. Keuntungan pemberian ASI

Primsip pemberian asi adalah sedini mungkin dan dan eksklusip.bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir .anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat di klem dan di potong.beritahu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk menyusukan bayi setelah plasenta larir memastikan ibu dalam kondisi baik termasuk menjahit laserasi.keluarga dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal.

c.Memulai pemberian ASI secara dini akan :

  • Merangsang produksi susu
  • Memperkuat refleks menghisap bayi. Refleks menghisap awal pada bayi paling kuat dalam beberapa jam pertam setelah lahir

d.posisi menyusui

  • Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus ), muka bayi menghadap ke payudara ibu, hidung bayi didepan putting susu ibu. Posisi bayi harus sedemikian rupa sehingga perut bayi menghadap ke perut ibu
  • Ibu mendekatkan bayinya ke tubuhnya ( muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati bayi siap menyusui : membuka mulut,bergerak mencari,dan menoleh.
  • Ibu menyentuhkan putting susunya kebibir bayi, menuggu hingga mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke putting susu ibu sehingga bibir bayi dapat menangkap putting susu tersebut

5

HUBUNGAN ASUHAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEBUDAYAAN SUKU BALI

  1. penanganan bayi  baru lahir dalam budaya bali                                                               ketika bayi baru  lahir di potong tali pusatnya, kemudian bayinya di bersihkan apabila ia melahirkan di rumah sakit  atau di luar rumah maka sebelum ia pulang dan masuk ke dalam rumah,maka disana akan di buatkan sajen. Tepatnya di depan pintu rumah sebelum si ibu dan bayinya masuk ke dalam rumah,maka disana akan di bacakan doa – doa, setelah selesai dibacakan doa, si ibu dan bayinya melangkahi sajen tersebut untuk masuk ke rumah,maksudnya dilakukan upacara ini supaya kotoran yang dibawa ibu dan bayi dari rumah sakit dianggap hilang dan bersih secara agama.                                                                         Tetapi apabila melahirkan di rumah sesajennya sama tetapi tempat sajen tersebut ditempatakn diatas ranjang tempat ibu bersalin setelah itu di buatkan semacam tempat-tempat yang b erbentuk segi empat yang terbuat dari bambu yang dianyam, terus digantung diatas tempat tidur si bayi, tempat tersebut berisi sajen dan buah – buahan ini bertujuan agar bayi mendapat perlindungan dari Tuhan dan sebagai tanda kalau bayi ini resmi menjadi penduduk dunia dalam agama  hindu
  2. perwatan tali pusat                                                                                                                    di dalam perawatan tali pusat ini selama tali pusat belum terlepas tali pusat bayi baru lahir di ikat pake rambut yang dicacing atau benang jarak antara kedua ikatan tersebut 2 – 3 cm lalu di potong dengan bambu yang tersebut telah  direbus selama 24 jam untuk membunuih kuman dan segala jenis bakteri setelah itu agar tali pusat tidak mudah terkena infeksi maka daun paria yang muda di tumbuk,kemudian di campur dengan abu arang yang bersih kemudian diisikan diatas tali pusat ini juga berfungsi untuk mempercepat pelepasan tali pusat.
  3. perawatan atau penyelenggaraan terhadap ari – ari ( plasenta)                                        ketika ari – ari (plasenta) terlepas atau dilahirkan plasenta tersebut di masukan ke dalam kendi tanah, kemudian plasenta di bersihkan dengan memakai sebuah baskom baru baru/ember yang kemudian alat tersebut tidak boleh di pakai lagi. Si ayah harus harus mencucinya dengan baik, tidak boleh jijik harus  dengan penuh dengan rasa bahagia dan kasih sayang dengan memakai tangan kanan (kedua tangan ) dipakai, setelah dibersihkan siapkan sebuah kelapa yang besar yang masih ada kulitnya, kelapa yang tua di buka dan di buang airnya setelah p potong ½ dan 2/3.masukanlah plasenta yang telah di bersihkan di dalamnya di lengkapi dengan sajen – sajen.setelah lengkap kemudian kelapa itu ditutup dan ditutup dengan ijuk, sesudah dibungkus ijuk lalu dibungkus lagi dengan kain putih dan ditanam.setelah ditanam kemudian diletakan  sebuah batu, dan ditandai menam sebuah pohon pandan berduuri,untuk menghindari mahluk – mahluk yana dapat mencelakan bayi. Ini bertujuan agar plasenta tudak diganggu oleh hewan secara rohaniah, bertujuan untuk menolak gangguan roh – roh jahat.

6

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Okt    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: